Penghapal Al Qur'an

Semangat Dalam Menghafal Al Qur'an

Al Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam melalui perantara Malaikat Jibril.

Sebagai umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam kita diwajibkan untuk mampu membaca Al Quran, dan di tekankan untuk menghafal serta mentadaburi nya.

Siapa yang tidak ingin jika kita sebagai umat Islam dapat lancar membaca Al Qur’an dengan sekaligus mempunyai banyak hafalan. Banyak cara dan metode untuk belajar membaca serta menghafal Al Quran untuk saat ini. Namun, walaupun banyak metode atau cara dari belajar serta menghapal Al Qur’an yang ada pada saat ini, tidak sedikit juga yang tidak mau berusaha untuk belajar membaca serta menghafalkan Al Qur’an.

Pada kesempatan kali ini, kami mencoba untuk mengangkat sebuat kisah dari berbagai kisah-kisah dari kejadian nyata yang Insya Allah nantinya bisa memotifasi kita dan keluarga untuk lebih bersemangat untuk terus membaca dan menghafalkan Al Qur’an.

 

Adalah sebuah kisah sorang anak laki-laki yang memiliki keterbatasan dalam gerak motorik yang dikarenakan penyakit celebral palasy atau kelumpuhan otak.

Naja, itulah nama seorang anak laki-laki berumur Sembilan tahun yang hafal Al Qur’an dalam 10 bulan. Dalam waktu yang sangat singkat bisa menghafal 30 juz. Masya Allah,. Pasti akan terbersit difikiran kita, kok bisa ya secepat itu untuk menghafal Al Qur’an dengan kondisi fisik yang serba terbatas ? bagaimana ya cara nya ?

Dimulai Ketika Naja memasuki usia Sekolah Dasar, yang dimana kemampuan nya terlihat ketika proses asesmen awal. Naja mendapatkan hasil tes yang luar biasa dalam hal ingatan dan kelebihan dalam menggunakan pendengarannya.

Menurut pembimbing sekolah, Naja lebih tepat diberi metode belajar yang sifatnya audiotori. Ada guru tahfidz—hafalan Al-Quran—yang khusus menemaninya. Ia dengan telaten memperdengarkan ayat suci Al-Quran untuk Naja setiap hari. Sebelum Naja pulang, akan selalu ada marajaah oleh guru pembimbing nya, selain murajaah hafalan, Naja diberitahukan mengenai letak spesifik ayat dalam halaman Al Qur’an yang mana Naja dapat hafal dengan pasti kedudukan tiap-tiap ayat dalam Al Qur’an.

Selain disekolah mendapatkan bimbingan dari guru tahfidz nya, Naja juga terus dibimbing dirumah oleh Ibunda nya. Pernah suatu kali Ibunda Naja melempar pertanyaan “ayo muraja’ah halaman 200an juznya 9, ayat awalnya apa, akhirnya apa?”.

Tak disangka Naja bisa menjawabnya dengan tepat. Ibunya pun tak bisa mempercayainya. “Itu saya pikir di luar nalar ya, saya yang mendampingi juga ya Allah, dari mana dia tahu dan bisa hafal letaknya,” ujar Ibunda Naja mengungkapkan keterkejutannya. Walaupun Lelah yang dirasakan Ibunda Naja, beliau tetap berusaha membimbing Naja agar dapat hafal 30 Juz.

Ibunda Naja begitu bersyukur atas apa yang telah dicapai Naja hari ini. Dari dulu, katanya, Naja bercita-cita menjadi pilot yang hafal Al-Quran. Satu keinginannya kini sudah tercapai dengan hafal Al Qur’an 30 Juz.

Orang itu bisa dimuliakan karena Al-Quran itu benar. Sekarang orang ngeliat Naja pada panggil terus salaman. Kalau dulu orang lihat Naja sebelah mata,” ucap Ibunda Naja.

Semua usaha perlu perjuangan untuk mewujudkan sebuah hasil yang manis dikemudian hari. Bentuk usaha tersebut tidak lepas dari sebuah niat yang ikhlas untuk berusaha memulai sebuah perjuangan panjang yang mungkin tidak semua orang mampu untuk melakukannya.

Kiranya terdapat halangan serta rintangan itu sebagai motivasi kita untuk semakin teguh dalam berusaha untuk menggapai suatu cita-cita yang mulia.

kita ketahui bersama, bahwa bagaimana kekuatan dari sebuah niat yang ikhlas untuk berusaha menghafal Al Qur’an berbuah manis dengan hasil yang sangat mengejutkan.

 

Sudahkan kalian murajaah hafalan kalian hari ini ?

Semoga dengan sering memurajaah hafalan Al Qur’an yang kita sudah kuasai, maka Allah akan memantapkan hafalan tersebut di hati kita semua.

 

Wallahuta’ala a’lam bisshowab.