belajar dari rumah

Qodarullah pandemi Covid 19 menyebabkan peserta didik SD Islam Plus Imam Nawawi tidak dapat melakukan pembelajaran di sekolah secara langsung. Alternatif yang dilaksanakan adalah anak-anak tetap belajar tetapi tempat belajarnya di rumah dan pembeajaran dilaksanakan melalui online.

Keputusan belajar di rumah dilaksanakan sejak pemerintah mengeluarkan peraturan physical distancing dimana ada peraturan yang menyebutkan bahwa sekolah dilarang untuk melaksanakan pembelajaran secara langsung di sekolah dalam rangka mencegah penyebaran virus.

Semenjak itu pulalah siswa-siswa SD Islam Plus Imam Nawawi melaksanakan belajar di rumah. Ada beberapa perubahan model, jadwal dan target pembelajaran yang dilaksanakan. Target pembelajaran adalah bukan pada tercapainya ketuntasan belajar tetapi bagaimana siswa mampu melaksanakan pembelajaran yang bermakna. Tidak terlalu banyak dibebani pada waktu belajar, tugas dan hasil belajar yang berupa nilai. Pada pembelajaran jarak jauh ini diperlukan kreatifitas gurusehingga pembelajaran tidak membosankan dan membuat anak tidak suka akan materi yang dilaksanakan.

” Surat edaran Menteri Pendidikan Nasional Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kebijakan Pendidikan dalam masa darurat Covid-19 pelaksanaan pembelajaran menyesuaikan dengan kebijakan ini yang berisi 4 hal yakni (1) pembelajaran mandiri ditujukan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna tanpa dibebani untuk menuntaskan capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan; (2) para pelajar mesti dibekali dengan kecakapan hidup tentang pandemi Covid-19; (3) guru memberikan tugas secara bervariasi dengan mempertimbangkan perbedaan kemampuan setiap individu, dan fasilitas belajar; dan (4) pemberian umpan balik (feedback) terhadap kinerja siswa mesti secara kualitatif (https://www.harianbhirawa.co.id/pjj-dan-masa-depan-pendidikan-di-tengah-pandemi-covid-19/)”

Model pembelajajaran jarak jauh yang dilaksanakan di SD Islam Plus Imam Nawawi menggabungkan media pembelajaran berupa video pembelajaran dan videocall menggunakan aplikasi whatsapp. Kelas dibagi menjadi kelas-kelas kecil seperti kelas halaqoh al qur’an. Satu guru mengajar 8 sampai 10 siswa, sehingga masing-masing siswa mendapat kesempatan bertatap muka dan tanya jawab lewat videocall tersebut.

Pada awal pembelajaran, wali kelas menyapa siswa-siswanya melalui zoom. Beberapa hal yang ditekankan pada pertemuan awal adalah melakukan absensi kesiapan belajar, memotivasi siswa tentang pentingnya belajar, menanyakan tugas kemandirian yang telah dilaksanakan dalam keseharian dan kadang-kadang diselipi dengan murojaah al qur’an surat-surat pendek.

video pembelajaran

Setiap guru sudah membuat video pembelajaran dengan berbagai macam cara. ada yang menggunakan power point, kim master dan ada pula yang menggunakan kombinasi dengan OBS.